Belajar sains tidak harus selalu lewat buku tebal dan rumus yang rumit. Untuk anak usia 3–12 tahun, pendekatan terbaik justru lewat aktivitas yang menyenangkan, eksploratif, dan penuh warna. Salah satu media yang terbukti efektif adalah slime. Bermain slime bukan sekadar aktivitas iseng, tapi bisa menjadi pintu masuk anak mengenal konsep dasar kimia melalui kegiatan Art & Craft berbasis sains. Dengan tekstur unik, warna cerah, dan proses pembuatan yang menarik, slime mengajak anak belajar sambil bermain tanpa merasa sedang “belajar”.
Dari sudut pandang sains, slime adalah contoh sederhana reaksi kimia. Saat lem dicampur dengan aktivator tertentu, terjadi perubahan struktur molekul yang membuat cairan menjadi kenyal. Konsep ini bisa diperkenalkan ke anak dengan bahasa yang sederhana seperti, “Ini karena bahan-bahannya saling bekerja sama.” Melalui aktivitas Art & Craft, anak belajar mencampur, mengamati perubahan, dan menyimpulkan hasil. Tanpa sadar, mereka sedang melatih kemampuan berpikir logis, motorik halus, dan rasa ingin tahu—tiga fondasi penting dalam pembelajaran sains sejak dini.
Untuk orang tua dan guru, slime juga menjadi solusi praktis dalam mengajarkan sains secara aman dan kontekstual. Anak-anak di usia TK hingga SD cenderung lebih cepat memahami sesuatu yang bisa disentuh langsung. Dibanding hanya melihat gambar di buku, membuat slime memberi pengalaman nyata (experience) yang jauh lebih melekat di ingatan mereka. Di sinilah konsep Art & Craft berperan besar: sains tidak lagi kaku, tetapi menjadi kegiatan kreatif yang melibatkan warna, bentuk, dan imajinasi. Anak bisa membuat slime berbentuk awan, galaxy, atau bahkan “slime monster” sambil belajar tentang tekstur dan reaksi bahan.
Dari sisi pendidikan, aktivitas slime juga mendukung pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Math). Seni (Art) dan sains berpadu dalam satu kegiatan yang seimbang. Guru bisa mengaitkan kegiatan ini dengan pelajaran IPA sederhana seperti perubahan wujud, sifat benda, dan sebab-akibat. Kepala sekolah dan humas sekolah pun dapat menjadikan kegiatan slime sebagai program unggulan edukatif yang menarik untuk orang tua murid. Aktivitas seperti ini memperkuat citra sekolah sebagai lembaga yang inovatif dan peduli pada metode belajar yang menyenangkan.
Yang paling penting, bermain slime harus tetap memperhatikan aspek keamanan. Gunakan bahan food grade atau bahan khusus edukasi anak, dampingi proses pembuatan, dan jelaskan aturan bermain sejak awal. Dengan begitu, anak tidak hanya belajar sains, tetapi juga belajar disiplin dan tanggung jawab. Melalui pendekatan Art & Craft berbasis sains, anak dikenalkan pada dunia kimia dengan cara yang aman, positif, dan penuh pengalaman bermakna. Sains tidak lagi terdengar sulit, tapi terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka.
Belajar Sains Lewat Studio Slime dari Chemical is Fun!
✨ Chemical is Fun menyediakan layanan field trip, studio slime, dan Art & Craft berbasis sains (pabrik kimia mini) untuk anak usia dini dan pra sekolah (3–6 tahun).
Program ini dirancang khusus untuk mengedukasi anak agar mengenal sains sejak dini dengan cara yang mudah, aman, dan menyenangkan.
Yuk, ajak anak belajar kimia lewat pengalaman seru yang tak terlupakan!





